SEKRETARIAT KAMI : Jl. Panca Warga 41, RT.2/RW.5, Cipinang Besar Sel., Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13410 Telp_ +62 857-1492-7306 _ 081289307944
Friday, 6 April 2018
Urip mung sakdermo nglampahi
Poro kadang,sejatine KANG TANPO WATES wus lenggah wates netramu.
Ojo klilipen donya,buka en senthong papan pasemeden manahmu....
RASAKNO pepadang papan ing satengahing lugu....
ROSO TANPO WATES ngalahake jembare segara...
Iyo roso NJUNJUNG SARTA NGAJENI SAGUNG DUMADI...
Iyo roso kang tansah NYEBAR WINIHING KATRESNAN
Iyo roso KANG NGUEHAKE WELAS ASIH...
Iyo rasaning biyung nyusoni putro ontang anting.
ROSO TANPO WATES UGEMONO..
coba mandego sauntoro....
MENENG
HENING
NONG
Monggo sami LURUH....LURUB...NYAWIJI....
SEDULUR TUNGGAL BANYU.....
Wednesday, 14 February 2018
Monday, 22 January 2018
WALLPAPER PSHT HD
Persaudaraan Setia Hati Terate.
Kenapa demikian?,,,
Kenapa ada Kendekar yang masih membuat keributan kerusuhan dan meresahkan masyarakat?
Ya... Karena pada dasarnya kalo semuanya sudah berbudi pekerti luhur maka tidak akan ada sebuah tujuan yang demikian,
kalo yang di dalamnya berisi orang-orang yang sudah berbudi pekerti luhur tau benar dan salah, maka untuk apa kami (PSHT) bertujuan demikian,,,,
Adanya tujuan seperti itu karena kami merasa belum baik, belumm bisa mjd manusia yang berbudi pekerti luhur,
maka dari situ lah kami selalu berupaya dan berusaha agar bisa Berbudi luhur, berbakti kepada Tuhan,
kepada Orang tua, kepada Guru, kepada sesama manusia, dan kepada alam semesta dan Memayuhayuning Bawono.
berusaha untuk meningkatkan kualitas diri.
Dengan latihan olah raga agar mendapatkan kesehatan dari Tuhan YME, salah satu upaya kami.
Ketika badan Kita sehat maka akan terdapat jiwa yang kuat, jiwa yang mampu mengemban amanah dari tuhan.
jiwa yang mampu berjuang untuk sebuah kebaikan, atas dasar Persaudaraan yang tidak memandang siapa aku dan siapa kamu,
tidak dilandasi hegemoni keduniawian, seperti drajat, pangkat dan martabat,
juga bukan persaudaraan yang dibatasi suku, ras, agama dan antargolongan.
kami memandang semua dari sisi kemanusiannya, sesama makhluk ciptaan tuhan untuk berusaha memanusiakan manusia.
juga.
Persaudaraan yang tulus dengan didasari Rasa saling Sayang menyayangi, Hormat menghormati dan BERTANGGUNG JAWAB.
Dan tidak cuma dengan olah raga namun juga kami belajar mengolah rasa, agar tabir di dalam hati sanubari terbuka,
semoga hati kami tdk terselubung dengan sesuatu yang menyebabkan kebencian, Iri Hati, sombong dan semua penyakit Hati lainnya.
Di mana sang mutiara hidup bertahta untuk mencapai causa prima.
Soretan tulisan ini tidak lain untuk pengeleng (pengingat) diri kami.
Semoga PSHT JAYA SELAMNYA dengan koridor Yang sesuai tujuanya..
amiin.. amiin.. amiin.. Ya Robbal Alamin....
Salam Persaudaraan...
Thursday, 18 January 2018
Ki Ngabehi Soerodiwiryo
Ki Ngabehi Soerodiwiryo
Nama kecilnya MAS MOHAMAD MASDAN , dilahirkan pada
tahun 1876 M , putra sulung Ki Ngabehi Soeromihardjo mantri cacar di Ngimbang
Jombang Jawa Timur , keturunan Bupati Gresik Surabaya yang juga keturunan dari Batoro
Katong di Ponorogo , Putra Prabu Brawidjaya Madjapahit .
Putra Ki Ngabehi Soeromihardjo ada 5 ( lima ) orang :
1. Ki Ngabehi Soerodiwiryo ( Masdan ) .
2. Noto ( Gunari ) , di Surabaya .
3. Adi ( Soeradi ) , di Aceh .
4. Wongsohardjo , di Madiun .
5. Kartodiwiryo , di Jombang
Setia Hati
BELIAU ADALAH SESEPUH DARI ILMU SETIA HATI
BERIKUT NAMA NAMANYA...
1. Bapak Harjo marjut
2. Bapak Sunar
3. Bapak Sutomo
4. Bapak Irsyad
5. Bapak Santoso
6. Bapak Munandar
7. Eyang Surodiwiryo
8. Bapak Harjo Utomo
9. Bapak Sunyono
10. Bapak Suratno
Wednesday, 10 January 2018
LOGO PSHT BULAN MERAH
PSHT Mengenalkan banyak hal tentang kehidupan ini, semoga psht bisa menjadikan damainya hidup,
(SEMOGA GAMBAR INI BISA MENJADIKAN KITA BERPIKIR)
Sunday, 24 December 2017
Saturday, 23 December 2017
Thursday, 21 December 2017
RIWAYAT HIDUP SINGKAT KI NGABEHI SOERODIWIRYO PENDIRI AJARAN S.H
SILSILAH .
Ki Ngabehi Soerodiwiryo , Nama kecilnya MAS MOHAMAD MASDAN , dilahirkan pada
tahun 1876 M , putra sulung Ki Ngabehi Soeromihardjo mantri cacar di Ngimbang
Jombang Jawa Timur , keturunan Bupati Gresik Surabaya yang juga keturunan dari Batoro
Katong di Ponorogo , Putra Prabu Brawidjaya Madjapahit .
Putra Ki Ngabehi Soeromihardjo ada 5 ( lima ) orang :
1. Ki Ngabehi Soerodiwiryo ( Masdan ) .
2. Noto ( Gunari ) , di Surabaya .
3. Adi ( Soeradi ) , di Aceh .
4. Wongsohardjo , di Madiun .
5. Kartodiwiryo , di Jombang
Ki Ngabehi Soeromiharjo ayah Ki Ngabehi Soerodiwiryo mempunyai saudara bernama
Mas Ngabehi Soerodiprojo yang semula Wedono Wonokromo kemudian jadi Wedono
Sedayulawas .
Ki Ngabehi Soeromiharjo adalah saudara sepupu ( nak –ndulur ) dari R.A.A.Serang S.
Bupati Gresik .
RIWAYAT HIDUP .
Pada Th.1890 ( usia 14 tahun ) Ki Ngabehi Soerodiwiryo lulus S.R 4 th , kemudian
diambil sebagai putra oleh pamannya (pak-de), yaitu Mas Ngabehi Soerodiprojo Wedono
Wonokromo , yang kemudian Wedono Sedayulawas .
Pada Th.1891 (usia 15 Th.) Ki Ngabehi Soerodiwiryo disuwita-kan kepada seorang
Kontrolir Bangsa Belanda dan diberi pekerjaan sebagai magang ‘juru tulis’ (Volontair)
tidak bergaji . Ki Ngabehi Soerodiwiryo bertempat tinggal serumah dengan Tuan Kontrolir
di Jombang , mendapat pakaian dan makan .
Beliau diserahi mengawasi (momong) putra Tuan Kontrolir yang masih kecil sesudah
pulang dari kantor .
Diwaktu istirahat pada sore hari , Ki Ngabehi Soerodiwiryo mengaji agama Islam di
Pondok Tebu Ireng Jombang . Selain mempelajari agama , beliau dengan teman-temannya
belajar ‘pencak silat’ pada beberapa orang guru pencak .
Pada Tahun 1892 Tuan Kontrolir dipindah ke Bandung , dimana Ki Ngabehi
Soerodiwiryo ikut pula ke Bandung dan disana juga mendapat pekerjaan seperti di
Jombang , dan tetap bertempat tinggal di Loji Kontroliran dengan tetap tidak digaji tetapi
mendapat uang saku .
Di daerah Parahiangan inilah Ki Ngabehi Soerodiwiryo berkesempatan menambah
kepandaian Pencak Silat dari beberapa pendekar selama 1 ( satu ) tahun . Karena berbakat
dan berkemauan keras , serta dapat berpikir cepat maka beliau dapat menghimpun
bermacam langkah gerak permainan , misalnya Cimande , Cikalong , Cipetir , Cibediyut ,
Cilamaya , Ciampea , dan Sumedang .
Pada Th.1893 Tuan Kontrolir dipindah kekota yang lebih besar lagi , ialah ke Betawi
(Jakarta) .
Ki Ngabehi Soerodiwiryo pun turt pindah beserta keluarga Kontrolir tadi , dan
tugasnya pun masih tetap sama seperti di Jombang dan di Bandung .
Di Kota Betawi ini juga Tuan Kontrolir hanya tinggal satu tahun , tetapi Ki Ngabehi
Soerodiwiryo tetap dapat menggunakan waktu yang singkat ini untuk menambah
pengetahuannya antara lain permainan Betawen , Kwitangan , Monyetan dan Toya .
Pada Th.1894 Tuan Kontrolir diangkat sebagai Wk. Asisten Resident di Bengkulen , dan
Ki Ngabehi Soerodiwiryo ( usia 18 th ) ikut serta pindah ke Bengkulu .
Di daerah ini beliau dapat melihat permainan pencak silat yang gerakan-gerakannya
menyerupai ‘pencak silat’ di jawa barat .
Kurang lebih 6 bulan kemudian pada th.1894 Tuan Kontrolir itu diangkat sebagai Asisten
Resident dan dipindahkan ke Padang . Oleh karena seorang Asisten Resident
berkedudukan tinggi dan berpengaruh maka Ki Ngabehi Soerodiwiryo diangkat sebagai
pegawai , masuk daftar gaji tetapi tetap magang juru tulis di Kantor Asisten Resident dan
tetap bertempat tinggal pada keluarga Asisten Resident , sambil mengawasi putra Asisten
Resident yang sudah mulai agak besar .
Di Daerah Padang dan sekitarnya inilah Ki Ngabehi Soerodiwiryo dapat melihat
mempergunakan kesempatan mempelajari Pencak Silat yang berbeda dengan permainan di
jawa timur dan di jawa barat . Di daerah Sumatra terkenal tiap-tiap kampung mempunyai
perkumpulan-perkumpulan pencak silat .
Hampir kurang lebih 2 tahun Ki Ngabehi Soerodiwiryo di daerah ini mempelajari pencak
silat dari beberapa perkumpulan berganti-ganti hingga merasa puas .
Disamping pelajaran pencak silat , beliau pun mendapat pelajaran-pelajaran Ilmu
Kebatinan :
1. Pertama Ilmu Kebatinan berdasar Ke Tuhanan .
2. Kedua Ilmu Kebatinan yang menuju kearah kerukunan bersama.
KIRANYA ITU DULU YANG BISA KAMI BAGI,
TULISAN INI BUKAN KARYA KAMI SEPENUHNYA...
Trimakasih semoga bermanfaat dan lebih menyadarkan kita tentang utamanya ajaran berketuhanan dan ajaran yang menuju kearah kerukunan bersama.
Sunday, 17 December 2017
PSHT LATIHAN SEMI MILITER
Ada yang menanyakan,
mengapa dg kekerasan tendangan pukulan jika kalian
ingin meng SH kan manusia?
Kami
menjawab,
"Tak akan jadi pedang yang tajam menebas pohon yg
merintang di jlan tanpa besi yg di sepuh dan d tempa.
Tak semua
pukulan dan tendangan adalah pendidikan kekerasan, kami tau utk jd kuat tulang
dan fikiran serta hati mrka harus selaras, lepas dari program otak yg
melemahkan mental karena meng akses rasa takut.
Tendangan dan
pukulan spt terpa'an sang empu u/ besi sampai menemukan inti besi yg tajam,
sampai mrk menemukan inti dr yg berkilau tajam."
Seberapakah tajam
mereka sementara setia hati itu tntang kelembutan?
Kami menjawab,
"lihatlah
lembutnya angin, tapi kelembutanya bisa membuat ombak, bisa meruntuhkan pohon
yg kokoh."
Apakah mereka
hebat?
"Ya mereka hebat!!
Kebal senjata
bukanlah sakti, tapi itu adalah rasa takut mati yg bermantra,,,
sementara kami sudah berkalung mori.
Memenangkan perkelahian tak selamanya di sebut
kejaya'an, tp itu kebangga'an yg mjd racun karisma budi pekerti.
Sementara kami mampu mengalah menyerahkan kepuasan
menang pd lawan agar tiada permusuhan,,,"
Salam ngrekso paseduluran.
PSHT jaya....
Subscribe to:
Posts (Atom)










